Catatan Kritis

Alhamdulillah hari ini, saya dan beberapa teman bisa merasakan sedikit hasil kerja sebagai tenaga honorer pada Madrasah Aliyah Al-Ishlah Masohi http://www.aliyah-alishlah.co.cc dengan mendapat tunjangan selama honor sebesar 2,4 jt. bagi kalangan beberapa PNS di lingukan departemen pendidikan ataupun departemen Agama, mungkin nilai itu bisa di dapatkan selama satu bulan kerja. namun untuk tenaga honorer seperti saya, itu baru didapatkan setahun.

Suatu yang miris jika dibesar-besarkan. padahal itupun belum dipotong dengan biaya kiri-kana, karena domisili saya dan teman-teman di kota masohi, sehingga untuk mangambil uangnya saja harus berjalan 125 km. ke pusat ibu kota Ambon.  di Salah satu Bank yang yang telah dibuka rekeningnya khusus utuk pengambilan tunjangan tersebut, entah karena kebijakan yang salah dalam mengeneralisir (menganggap tenaga honor di mata pemerintah sama, tidak menghitung cerdas tidaknya, tidak menghitung kualitasnya, yang penting bayarnya sama), pasaalnya upah ini harus ditentukan dan harus diambil pada salah satu bank yang ada di pusat kota ambon. padahal di kota masohi pun ada beberapa Bank yang bisa dibilang sudah go publik. (terpercaya)

Inilah hasilnya jika berurusan dengan birokrasi yang berbelit-belit dan serba tidak pasti, padahal 1 tahun belakangan untuk mengambil tunjangan fungsional guru madrasah melalui kantor pos, dengan menggandeng salah satu Bak ternama di Sana.

Tapi, jika itung-itung….sekalian jalan-jalan lah, ke kota Ambon, meskipun setelah dapat uangnya mungkin udah abis duluan sebelum tiba di rumah, soalnya di tangan saya sudah ada sederet daftar belanja yang panjang di saku celana……

beginilah nasib guru panggilan……yang dibayar sesuai degan jam mata pelajaran…..

——————————- assalamu alaikum wr. wb…————-

sambil menunggu waktu berlalu, kini saya dan beberapa teman sedang menannti proses datangnya SK mengajar pada FKIP universitas pattimura……sambil mempersiapkan blog sederhana guna menjadikan pembelajaran agama Islam menjadi lebih simpel dan mudah diikuti oleh mahasiswa, (rencananya gitu)…..

namun ………

beberapa teman menyarankan saya untuk menyewa saja hosting murah 2kb/ato 2gb. namun pikirku meski murah, harus tetap keluar duit, sementara saya harus mengganggarkan untuk kebutuhan lainnya yg tak kalah urgen….

moga aja penantian ini menjadi pasti…..

Ambon, 7 Pebruari 2009

1 jam dalam masa penantian pun berlalu, sebuah sepeda motor menghampiri, ah ternyata beliau orang yang ditunggu, Bapak Nurlete, begitu dia disapa. sebenarnya kita pernah kontak via handphone, dan janji ketemu di kampus. dan akhirnya ketemu juga. setelah berbasa basi sebentar, tentang pembelajaran hari ini ternyata beliau wellcome sekali akan kehadiran saya di kapus FKIP dan PGSD universitas Pattimura. mumpung katanya beliau banyak kerjaan di sekolah sebagai tugas utama ngajar dan guru di salah satu SMP yang saya lupa ketika beliau menyebutnya tadi. dan beliau menyerahkan sepenuhnya untuk penulis agar bisa memamdu perkuliahan sampai akhir semester. meskipun sebenarnya penulis berat untuk menerima, lantaran status penulis sendiri masih harus menunggu SK ngajar sebagai CPNS Dosen PAI di kampus terkenal di Maluku ini. namun karena tugas dan tanggungjawab yang harus ditempuh akhirnya, mau tidak mau harus menerima juga.

Sambil menanti beberapa mahasiswi yang akan ikut perkuliahan hari ini, penulispun akhirnya diperkenalkan kepada mahasiswi yang kebetulan hadir saat itu, bahwa inilah dosen anda yang baru, dan akan memandu anda selanjutnya. dan kitapun rehat sebentar untuk menunggu beberapa teman mahasiswa lain yang juga akan hadir dalam perkuliahan perdana hari ini.

Namun waktu bergulir, dan tak ada satupun yang menambah jumlah mahasiswi yang ada kamipun putuskan untuk tetap harus masuk mencari ruangan yang kosong untuk menuntaskan tatap muka pertama.

dan karena ini mungkin pertemuan pertama sehingga ruangan kelas yang seharusnya berisi 14 orang mahasiswa/mahasiswi, hari ini hanya di isi separohnya saja….yakni 7 mahasiswi dan 1 orang ibu guru yang kebetulan nyambi kuliah juga di PGSD.

Ternyata …jumlah mahasiswa/i muslim di PGSD ini ternyata sangat sedikit di bandingkan komunitas yang lain, apa karena mereka tidak tertarik dengan PGSD atau sedemikian ketatkah persaingan untuk masuk PGSD sehingga hanya segelintir pelajar yang berminat masuk ke tempat didikian perguruan tinggi yang mencetak guru sekolah dasar terkenal di kota Ambon ini?

perkuliahanpun berlanjut dan kita salaing sharing (berbagai) meskipun tidak maksimal, saya pun mengutarakan kontrak perkuliahan dan beberapa materi berupa silabi yang harus dijalani yang ideal sampai 14 kali pertemuan (lengkapnya lihat materi pembelajaran PAI)

Perkuliahan ini akan berjalan dengan sistem seminar, yang diawali dengan pembuatan makalah, dengan ketentuan minimal 10 halaman, beberapa literatur pendukung (minimal 3).

dan untuk mendukung perkuliahan jarak jauh, penulispun berinisiatif membangun sarana komunikasi dan media pembelajaran melalui blogsite, yakni sejenis website interaktif yang memudahkan mahasiswa dan dosen berbagi ilmu dan informasi seputar pedidikan agama Islam, dan kemudian blogsite ini dinamai pembelajaran islami yakni pembelajaran pendidikan agama islam yang bernuansa Islami. http://www.pembelajaranislami.wordpress.com atau http://www.pembelajaranislami.co.cc

semoga ke depan Pendidikan Agama Islam akan memberi warna tersendiri di FKIP dan PGSD Universitas Pattimura Ambon

Insya Allah

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: